Setiap Ilmu Harus Merujuk Pada Ahlinya

Imam Syafi’i lebih dikenal sebagai ahli fikih. Beliau telah mencurahkan sebagianbesar umurnya untuk menggali hukum-hukum fikih. Sedangkan Imam Asy’ari lebih dikenal sebagai ahli akidah. Beliau telah mencurahkan sebagian besar umurnya untuk mengkaji masalah-masalah akidah.

Setiap Ilmu Harus Merujuk Pada Ahlinya

Bukan hanya itu saja sebenarnya. Dalam masalah bacaan (qiraah) Al-Quran, Imam Syafi’i terbukti menggunakan qiraah Ibnu Katsir Al Makki. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada satu negara pun yang bermadzhab Syafi’i menggunakan qiraah tersebut. Yang paling banyak digunakan justru qiraah Ashim melalui Hafsh.
Apakah berarti seluruh pengikut Imam Syafi’i juga harus beralih bacaan mengikuti bacaan Ibnu Katsir Al Makki? Tentu saja tidak.
Dalam masalah Nahwu, kita menggunakan Sibawaih sebagai rujukan, bukan berarti Nahwu Imam Syafi’i salah.
Dalam masalah Tajwid, kita menjadikan Ibnul Jazari sebagai rujukan, bukan berarti Tajwid Imam Syafi’i salah.
Dalam masalah Tafsir, kita menggunakan Ibnu Katsir, Al Thabari, Al Qurthubi, dll. Bukan berarti tafsir Imam Syafi’i salah.
Jadi, setiap ilmu harus diambil dari masing-masing pakarnya. Mengambil ilmu nahwu tidak boleh dari orang yang bukan pakar nahwu. Mengambil ilmu fikih tidak boleh dari selain ahli fikih. Begitu juga mengambil akidah harus dari para pakar akidah. Berhubung setiap orang telah mengambil peran dan spesialisasinya masing-masing, maka kita tinggal mengambilnya dari setiap pakarnya.
Memang di samping pakar fikih, Imam Syafi’i juga merupakan pakar Nahwu, Shorof, Balaghoh, Ushul, Akidah, Tafsir, Hadits dan lain-lain. Tapi karangan-karangan beliau sebagian besar lebih banyak berisi tentang fikih, ushul dan hadits. Sebagian kecil tentang tafsir, akidah dan ilmu-ilmu lain sehingga beliau lebih dikenal sebagai ahli fikih dan ushul daripada selain itu.
Jadi, merujuk kepada selain Imam Syafi’i dalam bidang yang tidak dibahas oleh Imam Syafi’i bukan berarti menuduh beliau salah atau tidak pakar dalam bidang tersebut. Wallahu a’lam.
Oleh: Ustadz Danang Kuncoro Wicaksono


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Setiap Ilmu Harus Merujuk Pada Ahlinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel